Menteri Ketenagakerjaan RI, Dr.Hj.Ida Fauziyah,M.Si Berkunjung di SMK Mitra Industri 02 Pati

By - May 17, 2024 | Post View : 37 views
Screenshot_20240517_193838_VN - Video Editor

MI – News.Com | Pati – Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia Dr.Hj.Ida Fauziyah,M.Si adakan kunjung kerja ( Kunker) ke SMK Mitra Industri 02 Pati,Jawa tengah dalam rangka ” Menghadapi masa depan ketenagakerjaan menjadi trampil saja tidak cukup,kita harus terus menerus mengasah diri,meningkat kapasitas diri agar kita selalu beradaptasi dengan perubahan “,Rabu ( 15/5/2024 )

Dalam kunjungan kerja menteri Ketenagakerjaan RI didampingi beberapa staff kementrian, dan disambut oleh : Dandim Pati, Kabag SDM Polres,DPRD Pati, Setda Pati,Kepala Disdik Pati, Apindo Jateng, DPK Apindo Pati,Yayasan Asy – Syarif,LCD.Wilayah III Jateng, PT.Purinusa Eka Persada,PT.Laksana Bus, HKI Jateng,Disnaker Jateng, Disnaker Pati,Camat,Polsek, Koramil, Kepala Desa,dan undangan lainnya.

Menteri Ketenagakerjaan RI Ida Fauziyah dalam kunjungannya ke SMK Industri 02 Pati,sangat bangga dan mengapresiasi sekali karena SMK 02 Pati sangat berperan aktif di dalam ” Dunia Usaha dan Dunia Industri ” ( DuDi) dalam pembangunan sumber daya manusia ( SDM) yang terampil di Indonesia.

” Dia menambahkan,dunia usaha dan dunia Industri saat ini telah banyak memberikan perannya dalam pembangunan Sumber Daya Manusia yang terampil, contohnya dengan dibangunnya sejumlah SMK di bawah naungan Yayasan Mitra Industri Mandiri “,tuturnya.

Tentunya kami bersyukur melihat kehadiran SMK yang dibidangi langsung oleh dunia usaha atau dunia Industri.

” Hal ini merupakan hasil karya yang berbeda,karena dikelola langsung oleh praktisinya profesional “,ungkapnya.

Menaker Dr.Hj.Ida Fauziyah, M.Si juga mengapresiasi tentang program Gerakan 1.000 pengusaha mengajar.

Program ini telah diinisiasi oleh Assosiasi Pengusaha Indonesia ( Apindo) pada awal 2024 ini dinilainya, akan semakin mendorong para pengusaha untuk mengembangkan SDM terampil Indonesia, khususnya di daerah – daerah.

Menurut Menaker,berbagai upaya tersebut sejalan dengan Perpres 68 tahun 2022,tentang Revitalisasi Pendidikan Vokasi dan Pelatihan Vokasi.

” Output pendidikan vokasi dari awal harus menjadi tanggung jawab bersama dalam dunia pendidikan dan pelatihan dengan dunia usaha dan dunia industri”, tambahnya.

Menaker meyakini,selain membantu Link and Match penyediaan SDM yang terampil juga didukung dengan partisipasi aktif dunia usaha dan industri akan membantu menekan tingkat pengangguran terbuka ( TPT).

Per Pebruari 2024,TPT di Indonesia sudah mencapai 4,82 ℅ yang menjadi TPT terendah sejak era reformasi.

” Kalau pada pandemi Covid -19 kita sangan down,rasanya galau dan prihatin sekali karena tingkat pengangguran sangat tinggi,dan akhirnya perlahan – lahan dan Alkhamdulillah kita lampaui sebelum pandemi,hal ini merupakan hasil kerja keras dari semua pihak”, pungkasnya.


( Viryanus /Red)

Editor:Alvin

Posted in ,

Artikel Terkait

Kategori

Arsip Berita

Popular Post